Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Monday, February 18, 2013

Bank Mandiri Terus Dorong Bisnis Kartu Kredit

AppId is over the quota

JAKARTA,KOMPAS.com - Bank Mandiri terus menggenjot inovasi produk untuk mendorong peningkatan bisnis kartu kredit dan memperkuat penguasaan pasar. Selama 2012, bank pelat merah ini menerbitkan 2,8 juta kartu kredit, dengan pertumbuhan melampaui angka rerata nasional. Tahun ini, pembiayaan melalui kartu kredit ditargetkan tumbuh 30 persen.

"(Pertumbuhan kartu kredit pada 2012) meningkat 20,9 persen dari tahun sebelumnya," kata Executive Vice President Coordinator Consumer Finance Bank Mandiri, Heri Gunardi, dalam siaran pers, Minggu (17/2/2013). Pada saat yang sama, imbuh dia, pertumbuhan kartu kredit nasional pada 2012 tercatat 14,45 persen.

Heri mengatakan capaian pertumbuhan tersebut sangat menggembirakan. Apalagi pertumbuhan itu juga diikuti kenaikan penyaluran pembiayaan melalui kartu kredit. Dia menyebutkan, pembiayaan melalui kartu kredit Bank Mandiri hingga akhir 2012 tumbuh 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Heri, dalam lima tahun terakhir Bank Mandiri mencatatkan rata-rata pertumbuhan pembiayaan melalui kartu kredit sebesar 22,7 persen. "Untuk 2013, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan pembiayaan hingga 30 persen," ujar Heri. Target ini, imbuh dia, sejalan dengan strategi perusahaan yang fokus pada pengembangan bisnis pembiayaan dan pembayaran ritel.

Riset Bank Mandiri, ujar Heri, menyebutkan potensi segmen bisnis ini masih sangat besar. "Menurut hasil riset kami, tingkat penetrasi kartu kredit di Indonesia pada 2010 baru mencapai 15% dari total populasi yang layak menjadi pemegang kartu kredit atau cardable population," papar dia. Sementara, sebut Heri, di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, penetrasi kartu kredit berturut-turut mencapai 36 persen dan 26 persen.

Aturan Pembatasan Kartu Kredit

Heri optimistis target tinggi yang dipatok Bank Mandiri tak terkendala aturan baru dari Bank Indonesia terkait kepemilikan kartu kredit nasabah perbankan. Mulai tahun ini, Bank Indonesia mengatur setiap nasabah perbankan di Indonesia dengan penghasilan antara Rp 3-10 juta, hanya boleh memiliki kartu kredit maksimal dari dua bank penerbit.

"Kami tetap optimistis dapat memaksimalkan potensi di internal kami," kata Heri. Potensi yang dia maksud, antara lain jaringan luas, basis 12 juta nasabah, dan jejaring bisnis para nasabah tersebut. Program promosi juga bakal ditingkatkan untuk mengejar target ini.

Sunday, February 17, 2013

Lima Berita Bisnis Keuangan Terpopuler Pekan Ini

AppId is over the quota
SURYA/DONI PRASETYO Mobil elektrik Tucuxi "Ferari" yang sudah dipindahkan ke halaman parkir Unit Laka Lantas Mapolres Magetan untuk diperiksa Tim Teknis Labfor Polda Jatim, Tim Teknis Dishub Provinsi Jatim dan Tim Teknik elektrik car, Minggu (6/1/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama sepekan ini, artikel yang paling banyak di baca pembaca kompas.com pada rubrik Bisnis Keuangan adalah mengenai Dahlan Iskan dan mobil listriknya, Tucuxi.

Berikut lima berita yang paling populer di rubrik Bisnis Keuangan selama semiggu terakhir.

1. Mobil Listrik Tucuxi Akhirnya Kandas
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku tak bisa mengembangkan kembali mobil listrik Tucuxi.">Mobil Listrik Tucuxi Akhirnya Kandas

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku tak bisa mengembangkan kembali mobil listrik Tucuxi. Pasca kecelakaan beberapa waktu lalu, mobil Tucuxi sudah hancur total.

2. Dalam Sehari, Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp 37 Triliun
Nilai kekayaan miliarder terkaya dunia asal Meksiko, Carlos Slim, terpangkas 3,8 miliar dollar AS di sepanjang transaksi sehari.">Dalam Sehari, Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp 37 Triliun

Nilai kekayaan miliarder terkaya dunia asal Meksiko, Carlos Slim, terpangkas 3,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 37 triliun di sepanjang transaksi hari Rabu (13/2/2013) waktu setempat.

3. Ini Monorel Buatan Dalam Negeri
Monorel yang akan menjadi moda transportasi perkotaan, telah bisa dibuat di dalam negeri.">Ini Monorel Buatan Dalam Negeri

Monorel yang akan menjadi moda transportasi perkotaan, telah bisa dibuat di dalam negeri. Namun untuk menguji ketahanan dan kualitas monorel, dibutuhkan trek untuk uji coba dan standar nasional. Untuk itu pemerintah diminta segera menyiapkan semua keperluan tersebut.

4. Hary Tanoe Mengincar Media Milik Bakrie?
Sumber MNC menyebutkan rencana bos mereka mengakuisisi grup VIVA.">Hary Tanoe Mengincar Media Milik Bakrie?

Grup MNC berambisi menguasai jaringan televisi di Indonesia. Perusahaan yang dikendalikan konglomerat Hary Tanoesoedibjo ini disebut-sebut berniat mengakuisisi perusahaan media milik kelompok usaha Bakrie yang dikelola PT Visi Media Asia Tbk.

5. Edwin Beli Tambang, Edward Beli Monorel
Kakak beradik Keluarga Soeryadjaya tengah gencar berekspansi. Edwin mencaplok pertambangan emas. Edward membeli saham PT Jakarta Monorail.">Edwin Beli Tambang, Edward Beli Monorel

Kakak beradik Keluarga Soeryadjaya tengah gencar berekspansi. Edwin Soeryadjaya, pendiri Saratoga Group, kini mencaplok pertambangan emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur. Sementara sang kakak, Edward Soeryadjaya, membeli 90 persen saham PT Jakarta Monorail, calon operator angkutan massal di Jakarta.

Thursday, August 23, 2012

Kelas Menengah Kekuatan Bisnis Ritel

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan kelas menengah menjadi kekuatan penuh bisnis ritel. Namun, untuk memenuhi kebutuhan kelas menengah, format toko pun perlu semakin fokus dan lengkap. Pertumbuhan kelas menengah yang di atas 40 persen dipastikan ikut mengubah gaya hidup.

Direktur Komunikasi Korporat PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) Danny Kojongian di Jakarta, Kamis (16/8/2012), mengatakan, mereka bukan hanya belanja kebutuhan primer, tetapi juga barang-barang sekunder lainnya. Berbeda dengan di Jawa, pebisnis ritel juga perlu melihat pula pertumbuhan di berbagai daerah.

Peluang besar itulah yang ditangkap MPP yang tahun 2012 membuka 17 gerai hypermarket di berbagai daerah. Total hipermarket Hypermart yang berdiri tahun ini mencapai 82 gerai. Selama 40 hari menjelang Lebaran ini saja, omset Hypermart dan Foodmart yang dimiliki MPP kini sudah mencapai Rp 2 triliun. "Tahun ini, omset ditargetkan mencapai Rp 11 triliun," ujar Danny.

Head of Public Affairs PT Carrefour Satria Hamid secara terpisah mengatakan, fenomena kelas menengah merupakan pasar potensial bisnis ritel. Karena itu, pembenahan dilakukan oleh Carrefour sebagai hipermarket yang kini makin merambah ke berbagai kota. Pembenahan format toko hingga melengkapi dengan nilai tambah berupa penyajian berbagai gerai kuliner.

"Kelas menengah juga menginginkan produk yang bisa secara cepat diperoleh. Untuk itulah, kami mulai membuka sistem belanja melalui internet dengan klik internet memilih berbagai produk yang dibutuhkan, lalu datang dalam waktu tertentu untuk secara cepat membayar dan mengambil barangnya," ujar Satria.