Showing posts with label Lebaran. Show all posts
Showing posts with label Lebaran. Show all posts

Monday, August 20, 2012

"Superman" Antisipasi Trafik Telekomunikasi saat Lebaran

AppId is over the quota
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Petugas memantau jaringan Telkomsel melalui ruang Supervisory and Monitoring Network Performance (SUPERMAN) di Kantor Telkomsel, Jakarta, Rabu (15/8/2012). Fasilitas SUPERMAN Telkomsel mampu mengawasi status kesiapan BTS dan Base Station Controller dan perbaikan jarak jauh dalam rangka mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi selama Hari Raya Idul Fitri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi selama Lebaran, PT Telkomsel memanfaatkan fasilitas pemantauan trafik supervisory and network monitoring performance atau yang disebut Superman.

Fungsi fasilitas Superman adalah untuk mengawasi status kesiapan base transceiver station (BTS) dan base station controller (BSC), khususnya mengantisipasi trafik lebaran.

Head of Network Services and Quality Group Telkomsel Hendri Mulya Sjam menjelaskan fasilitas ini juga berfungsi merawat dan memperbaiki jarak jauh tanpa harus datang ke lokasi BTS dan BSC.

Fungsi lain, Superman dapat melaporkan sejarah kejadian yang ada di BTS dan BSC serta memberikan data hasil pengukuran kinerja BTS.

"Hasil pengukuran ini akan memberi informasi mengenai kesiapan BTS dalam melayani lonjakan arus telekomunikasi seluler, khususnya menjelang lebaran," kata Hendri saat peluncuran fasilitas Superman di kantor Telkomsel, Wisma Mulia Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Fasilitas Superman ini akan diintegrasikan dengan sistem operational maintenance centre (OMC) sehingga upaya peningkatan layanan telekomunikasi seluler dan perbaikan cepat dapat dilakukan jarak jauh, termasuk mengatasi gangguan teknis yang mengakibatkan drop call.

Khusus menjelang lebaran, fasilitas ini akan diaktifkan dengan mengerahkan 120 pegawai internal dan 400 pegawai eksternal. Upaya pengerahan pegawai ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan trafik lebaran pada pelanggan kartu Telkomsel (baik kartu Halo, kartu Simpati dan kartu AS).

Pada 18 Agustus malam hingga 19 Agustus pagi, diperkirakan ada 1,3 miliar SMS dan percakapan 1,15 miliar menit. Sementara perkiraan trafik data mencapai 160 TB.

"Biasanya akan menurun setelah shalat Ied," ucap Hendri.

Telkomsel memperkirakan terjadi lonjakan pengiriman SMS sekitar 50 persen dan MMS 100 persen selama masa libur Lebaran tahun ini. Adapun, trafik percakapan meningkat lebih dari 6 persen dan trafik data 23 persen. Kemampuan penanganan visitor location register (VLR) ditingkatkan menjadi 207 juta, dengan kapasitas kelonggaran daya tampung perpindahan pelanggan mudik 35 persen sampai 45 persen.

Kapasitas home location register (HLR) tahun ini digenjot menjadi 295,9 juta pelanggan, meningkat dari kapasitas tahun lalu yang sebesar 282 juta pelanggan.

Jumlah base station controller yang mengkoordinasikan beberapa BTS ditingkatkan menjadi 580 BSC kapasitas tinggi dan 107 radio network controller (RNC). Kapasitas intelligent network (IN) pun ditingkatkan menjadi 173,5 juta pelanggan.

Sunday, August 19, 2012

Mendag: HPP Kedelai Setelah Lebaran

AppId is over the quota
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Ilustrasi: Abdulah (27) mengemas kedelai yang telah ditaburi ragi dalam proses pembuatan tempe di Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2012).

JEMBER, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memproyeksikan, kebijakan pemerintah tentang penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kedelai dari petani secepatnya bakal dikeluarkan setelah Lebaran nanti.

"Panen kedelai Oktober Oktober, Insya Allah HPP bakal dikeluarkan secepatnya setelah Lebaran," ujar Gita kepada wartawan, usai pertemuan dengan petani kedelai di Pesantren Ash-Shiddiqi Curahlele, Desa Curahlele Kidul,Jember, Jawa Timur, Rabu ( 15/8/2012 ).

Gita belum dapat memberikan informasi mengenai HPP yang bakal ditetapkan. Akan tapi, Ia menegaskan HPP yang dikeluarkan nantinya bakal menguntungkan  petani, perajin maupun konsumen.

Saat ini, pihaknya telah menggodok HPP dengan beberapa kementerian dan para peneliti pemulia kedelai. Selain itu juga sedang melakukan penyurveian di tingkat petani.

"Untuk harga konkrit saat ini saya belum tahu, tapi pastinya kalau sudah konkrit bakal menyejahteraan petani, perajin, dan konsumen. Maka dari itu kita perlu data juga dari peneliti dan petani," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kerjasama Antar Lembaga Dewan Kedelai Nasional Mas Muhlisinalahuddin, mengatakan HPP yang sesuai pastinya bakal memberi semangat bagi petani lebih perioritaskan menanam kedelai yang saat ini sedang krisis produksi dalam negeri daripada komoditas Jember lainya, yakni Jagung dan Tembakau. "Saya kira harga yang cocok bagi petani di kisaran Rp 8.000, per kilo gram," tuturnya.

Sementara ketua Paguyuban Petani Dewisri Jember, Samsul Arifin menuturkan, HPP kedelai yang ditetapkan pemerintah harus merupakan harga stabil bagi petani. Menurutnya, HPP yang tepat di kisaran Rp 7.000 per kilo gram. "Ketika panen satu tahun lalu, kedelai kita cuma dihargai sekitar Rp 4.500 - Rp 6.000 per kilo gram," tuturnya.