Showing posts with label Persen. Show all posts
Showing posts with label Persen. Show all posts

Monday, January 14, 2013

PBB: Harga Pangan Turun 7 Persen

AppId is over the quota

Indeks harga pangan pada bulan Desember 2012 tercatat turun tipis sebesar 1,1 persen. PBB, seperti dikutip AFP, Kamis (10/1/2013) mengingatkan cuaca buruk yang akan terjadi sepanjang tahun 2013, termasuk kekeringan di wilayah Amerika Utara akan kembali memicu krisi pangan internasional. Krisis pangan bisa menjadi sumber konflik baru di negera-negara berkembang.

Menurut catatan PBB, penurunan harga pangan secara sigfinikan terjadi di bulan Oktober-November-Desember 2012. Harga pangan dunia sempat mencapai rekor tertinggi di Bulan Juli 2012, dengan kenaikan sekitar 10 persen. 

Sunday, January 13, 2013

Setahun, BI Rate Tetap 5,75 Persen

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI (BI Rate) pada Januari 2013 ini di level 5,75 persen. Ini berarti sudah 12 bulan atau setahun bank sentral mempertahankan BI Rate sejak Februari 2012.

Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan, tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan target inflasi pada 2013 dan 2014 di level 4,5 plus minus 1 persen.

"Kami tetap mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen," kata Darmin di Kantor BI, Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Darmin menilai kinerja tahun 2012 dan prospek tahun 2013-2014 secara umum masih menunjukkan perekonomian domestik yang tetap tumbuh baik dengan stabilitas tetap terjaga. Ke depan, dengan mencermati risiko perekonomian global, Dewan Gubernur akan memperkuat kebijakan untuk mengelola keseimbangan eksternal ke tingkat yang berkesinambungan dengan tetap memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.

"Kami meyakini bahwa penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta dukungan koordinasi dengan pemerintah akan mampu menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Di sisi lain, perekonomian dunia tahun 2013 masih tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Eropa mengalami kontraksi terkait dengan berlarut-larutnya penyelesaian krisis di kawasan tersebut. Sementara perekonomian di Amerika Serikat mulai membaik meski masih ada risiko dari stimulus fiskalnya.

Di negara berkembang, ekonomi juga mulai melambat seiring dengan pelambatan ekonomi China dan India. "Hal ini juga memengaruhi Indonesia karena kedua negara tersebut adalah mitra dagang Indonesia meski harga komoditas masih turun," tutur Darmin.

Pada tahun 2013 dan 2014, BI memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh lebih tinggi dan harga komoditas dunia juga akan mengalami kenaikan.

Saturday, January 12, 2013

Berkat "Immigration on Board", Penumpang Garuda Naik 20 Persen

AppId is over the quota
ANGKASA/GATOT R Layanan immigration on board atau layanan imigrasi di pesawat Garuda Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan penerbangan Garuda Indonesia, Kamis (10/1/2013) memperpanjang kerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM serta Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk meneruskan program immigration on board atau layanan Imigrasi di pesawat.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Direktur Jenderal Imigrasi Bambang Irawan dan Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta.

“Selain meneruskan program kami akan menambahkan rute yang dilayani immigration on board. Terutama rute-rute yang akan dilayani oleh pesawat Boeing B777-300 kami yaitu ke Eropa dan AS,” ujar Emirsyah Satar.

Immigration on Board adalah layanan pengurusan dokumen keimigrasian berupa pemberian visa on arrival di atas pesawat Garuda Indonesia yang terbang menuju Indonesia.

Layanan ini dilaksanakan oleh petugas Imigrasi yang dipersiapkan secara khusus dalam setiap penerbangan. Layanan ini mulai dilaksanakan pada 1 Februari 2010. Pada awalnya rute yang dilayani adalah Tokyo – Jakarta dan Tokyo – Denpasar.

Dengan adanya layanan ini, penumpang yang menuju Indonesia tidak akan melalui antrean di loket Imigrasi di bandara. Antrean pelayanan Imigrasi ini bisa memakan waktu lebih dari 30 menit jika terjadi pada jam-jam sibuk. Namun dengan adanya layanan di pesawat, penumpang bisa melakukan proses imigrasi sambil santai menikmati layanan lain di pesawat tersebut.

Untuk mendapatkan layanan “Immigration on Board”, para penumpang asing terlebih dahulu membeli voucher pembayaran “visa on arrival” di counter check-in Garuda Indonesia di bandara (negara tertentu di luar Indonesia).

Pemeriksaan, cap passport dan pemberian visa on arrival akan diproses di atas pesawat (dalam penerbangan) oleh dua petugas Imigrasi khusus yang turut terbang bersama penumpang.

Setelah penumpang mendapatkan visa on arrival, petugas  juga akan memberikan kartu khusus bagi penumpang untuk kemudian diserahkan kepada petugas Imigrasi di bandara kedatangan (Bali atau Jakarta) dan dapat segera keluar bandara.

Layanan imigrasi di pesawat yang dilakukan Garuda Indonesia ternyata berhasil menaikkan jumlah penumpang sekitar 20 persen. Menurut Direktur Servis Garuda, Faik Fahmi, peningkatan tersebut terjadi di rute yang ada layanan tersebut. Rute-rute tersebut adalah dari Tokyo (Narita) – Jakarta, Tokyo (Narita) – Denpasar, Seoul- Jakarta, Sydney – Jakarta, Sydney - Denpasar dan Osaka – Denpasar.

Layanan imigrasi di dalam pesawat ini sangat unik dan merupakan satu-satunya di dunia. Selain Garuda, tidak ada maskapai lain yang melaksanakannya. Karena keberhasilan Garuda, banyak maskapai asing yang berkeinginan untuk meniru layanan ini. (Gatot R)