Showing posts with label Tetap. Show all posts
Showing posts with label Tetap. Show all posts

Sunday, January 13, 2013

Setahun, BI Rate Tetap 5,75 Persen

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI (BI Rate) pada Januari 2013 ini di level 5,75 persen. Ini berarti sudah 12 bulan atau setahun bank sentral mempertahankan BI Rate sejak Februari 2012.

Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan, tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan target inflasi pada 2013 dan 2014 di level 4,5 plus minus 1 persen.

"Kami tetap mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen," kata Darmin di Kantor BI, Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Darmin menilai kinerja tahun 2012 dan prospek tahun 2013-2014 secara umum masih menunjukkan perekonomian domestik yang tetap tumbuh baik dengan stabilitas tetap terjaga. Ke depan, dengan mencermati risiko perekonomian global, Dewan Gubernur akan memperkuat kebijakan untuk mengelola keseimbangan eksternal ke tingkat yang berkesinambungan dengan tetap memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.

"Kami meyakini bahwa penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta dukungan koordinasi dengan pemerintah akan mampu menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Di sisi lain, perekonomian dunia tahun 2013 masih tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Eropa mengalami kontraksi terkait dengan berlarut-larutnya penyelesaian krisis di kawasan tersebut. Sementara perekonomian di Amerika Serikat mulai membaik meski masih ada risiko dari stimulus fiskalnya.

Di negara berkembang, ekonomi juga mulai melambat seiring dengan pelambatan ekonomi China dan India. "Hal ini juga memengaruhi Indonesia karena kedua negara tersebut adalah mitra dagang Indonesia meski harga komoditas masih turun," tutur Darmin.

Pada tahun 2013 dan 2014, BI memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh lebih tinggi dan harga komoditas dunia juga akan mengalami kenaikan.

Sunday, August 26, 2012

Kemungkinan Pegawai Nakal di Ditjen Pajak Tetap Ada

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan terus melakukan upaya perbaikan. Akan tetapi, kata dia, sebagai organisasi yang besar, kemungkinan adanya pegawai yang nakal tetap terbuka.

"Kita sekarang berupaya perbaikan terus dilakukan, tapi organisasi besar mungkin saja ada yang tidak tertib, nakal, atau tidak taat peraturan," sebut Agus, di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

Agus menjelaskan, upaya Ditjen Pajak yang utama dalam mengembalikan citranya adalah memastikan kegiatan pengelolaan keuangan dilakukan dengan integritas dan profesionalisme yang baik.

Ditjen Pajak pun harus terus berani melakukan perbaikan-perbaikan baik itu di sistem, peraturan, ataupun proses bisnis. Sekalipun upaya perbaikan terus dilakukan, kemungkinan adanya pegawai yang melanggar peraturan tetap terbuka.

Agus pun menegaskan pegawai yang melakukan pelanggaran akan ditindak. "Upaya itu akan kita lakukan sepanjang periode, terus kita lakukan," lanjut dia.

Selain itu, Ditjen Pajak juga akan menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan baik di dalam dan luar institusi. "Supaya pemangku kepentingan bisa menyampaikan informasi kepada kita kalau ada tindakan-tindakan yang tidak terpuji terjadi, sehingga bisa kita tindak," tandas Agus.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya mengatakan, pembenahan telah dilakukan di sektor perpajakan. Buktinya, ia menyebutkan, penerimaan pajak telah meningkat 16 persen selama tahun 2005-2010.

"Penerimaan pajak juga meningkat antara tahun 2005 sampai 2010, meningkat 16 persen," kata Presiden, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/7/2012).

Presiden menjelaskan, penerimaan pajak terus mengalami peningkatan. Ada pertumbuhan 16 persen sepanjang tahun 2005-2010. Tahun 2011, penerimaan pajak naik 18 persen.

"Tahun 2012 diperkirakan target kita meningkat 19,5 persen," kata Presiden.

Untuk nominalnya, Presiden menyebutkan, penerimaan pajak mencapai Rp 742 triliun pada tahun 2011. Target pun dinaikkan menjadi Rp 885 triliun tahun ini. "Ini berarti ada intervensi, ada percepatan, ada pembenahan," tegas Presiden.